Rabu, 11 Juli 2012

GIF Sexy, Free & Single.

Nih, gue balik, bawa bawa gif nih. Eitssss asli buatan gue loh~ gifnya dari video Suju yg baru, alias Sexy, Free & Single. Eunhyuk sama Donghae kece masa. Emang deh best couple mereka, udah deket, kece selalu *kecuali eunhyuk, ya itu menurut gue, jadi gue gak ngebash loh ya* pada jago ngedance uhuuuuuy. Yaudah nih check it out. maap jelek.


 Kata leeteuk : "Heuh! Gue kuat! Liat nih badan gue"
 Kata Eunhyuk: "keren kan gue ;)"
 Disini Sungmin berkata: "NGULEK" -_________-
 Kalo ini mereka lagi bilang "Every single..."

Salam,
Nisa.

Rabu, 27 Juni 2012

Saya. Aku. Gue. I. Me. Ich.

Ya, seperti judulnya, gue mau menceritakan tentang diri saya, aku, gue, I, Me, Ich.

Sooooo..
Kita mulai darimana?
Okay.

1. Kepo.
Ya, kawanku. Saya adalah orang yang sangat, sangat, kepo. Kenapa gue bisa kepo? Ya gue juga gatau kawan. Intinya adalah, gue kepo. Gue sangat, sangat suka, nge-stalk orang di twitter, yang menurut gue menarik. Apalagi foto. Mau itu cewe, mau itu cowo, gue liatin. Gue kepo sama foto temen temen gue. Apalagi di facebook. Ada yang menarik dikit aja, langsung gue liatin. Begitupun di twitter kawan. Yah, intinya saya kepo.

2. Bawel. *sebenernya ini satu orang doang yang bilang._.*
Yaaa, kawan. Walaupun cuma atu orang yang bilang gue bawel, tapi gue merasa bawel, apalagi menghadapi orang itu-_- jadi, ya jelas gue bawel. Masalahnya, dia suka gigitin jarinya. Okelah kalo tangannya bersih *sebenernya sih gak baik juga ya* , lah ini tangan dia abis megang gagang pinggiran di sekolah, yang besi, karatan pula. Gimana gue gak mau bawel coba? Pokoknya gue bawel banget ama dieee. Eh bener kan, ujung ujungnya, dia ngasih liat gue kuku dia yg kayak kepotong dikit.
"Masa sakit *nunjukin kukunya*"
"Loh kok bisa gitu?"
"Digigitin"
"Tuh kan dibilangin jangan digigitin. Gitu kan jadinya"

"*pilek, kayak meper baju tapi gatau sih*"
"Beli tisu dulu gih"
"Engga ah"
"Beli tisu dulu laaaah" 
"Gak aaah,"
"..." Dan gue pun ngalah.

3. Stalker
Nyoah gue itu stalker mameeeeen B-) terserah gue mau ngestalkerin siape yang penting jelas tweet atau foto orang itu menarik perhatian gue untuk melihatnya.


Udeh segitu aje. Bingung ape lagi-_- Nyodah bubye!


 
   
 

Senin, 25 Juni 2012

I Wonder...

Uhm, yaa, I just write this sentences from my mind. I don't know where's this sentences comes-_- Sorry for the mistakes, I need more practice.__.

I wonder... 
What would he do
When I'm not with him?
I wonder...
What would he do
When he playing
When he talking to his friend (a girl) ?
What should I do
If out of the blue, he loves her ?

TARAAAAAAA AAAAA THAT'S A BAD POEMS OH MY GOD-___-
I

Minggu, 24 Juni 2012

[FF - Fan Fiction] Our Love Life.

Sebelumnya, gue hanya mengingatkan bahwa cerita ini hanyalah imajinasi gue. 100 % dari otak gue. So, siapapun yang ngebaca ini, please jangan copy-paste, ataupun mencuri ide gue ini. Kalo kebetulan emang sama dan belum pernah baca cerita gue ini, it's okay :) one more, kalo gak suka, LEAVE THIS PAGE, NOW. Thanks.

***

"Hmm.. tempat yang lumayan.. kumuh," gumam seorang guru muda yang sedang menelusuri jalan di sebuah desa tempat ia akan mengajar. Wajar saja kalo Donghae-nama guru muda itu- berkata seperti itu. Selama ini, dia tinggal di sebuah komplek di kota yang lumayan elite. Pokoknya gitu deh, asri, bersih, bagus, gak kayak tempat ini.

"Tak usah aku pikirkan keadaan tempat ini. Yang harus kupikirkan adalah rumahku selama di sini. Kalo gak, aku gak bakal punya rumah disini. Jadi gelandangan dong gue." ujar Hae pada dirinya.

Tiba-tiba...

"Maaf, apa benar anda guru baru yang akan mengajar di sini?" suara manja, eh namja, berlesung pipit itu mengagetkan Hae.

"Ah, ne! Lee Donghae imnida. Panggil aja Hae," jawab Hae sambil tersenyum manis.

"Oh, Hae. Park Jungsu imnida. Aku kepala sekolah dari sekolah itu"

"Ne. Ngomong-ngomong, aku harus memanggilmu apa? Ahjussi?" tanya Hae takut-takut. Dia takut Leeteuk tersinggung dipanggil Ahjussi.

"Aniyo! Kau panggil saja hyung, Leeteuk hyung. Gini-gini saya masih muda loh, hohoho!" jawab Leeteuk narsis senarsis narsisnya. Padahal umurnya udah lumayan tuir *digaplok Angels*

"-___-" kurang lebih ekspresi Hae seperti itu. Mata sipit tinggal segaris, bibir datar tipis. Bayangin aja *gaje, abaikan*

"Ne, Leeteuk hyung!" seru Hae sambil tersenyum.

"Bagus! Kamu akan mengajar mulai besok ya, Hae. Tenang ae, muridnya baik-baik kok, say(?)"

"Ne, hyung. Ah ne~ maaf hyung, aku mau istirahat dulu ya?"

"Oh, baiklah. Dadaaah~"

Haa jahat sekali. Masa gak dikasih tau rumah sementaraku di sini, batin Hae.

"WOOOOI LEETEUK HYUNG!!" teriak Hae. Tapi Leeteuk terus aje jalan sambil nyanyi-nyanyi Keong Racun terus sambil joget-joget ala bapak-bapak dangduters.

YA AMPUN SABAR GUE MAH! GAK DIURUSIN, SEDIH BANGET DAH, batin Hae.

"OOOOI LEETEUK HYUNG! ADA CEWE CANTIK BOHAI SEXY HOT!!" teriak Hae. Tak lama, ada seorang nenek-nenek lewat di depan Hae. Nenek itu merasa geer karena dikira cewe yang dimaksud Hae adalah nenek itu. #abaikan

"MANAAA?? MANA HAEEEEE???" Leeteuk goyang-goyangin badan Hae sampe iler Hae kemana mana *peace

"Tuh di diskotik sono. Aku mau istirahat. Aku istirahat dimana? Rumah sementaraku dimana ya, hyung?" tanya Hae.

"Yaelah si elu, kagak ada cewe ye. Ya udah lah. Kagak tau eike. Tanya kepala desa aja sono. Udah ya, eike mau bobo cyinn~ babaaaaay~" Leeteuk pun melambai lambaikan tangannya genit.

*ni kepala sekolah rada sarap ye*

Hae pun langsung menuju kantor kepala desa...

*keesokan harinya*

Hari ini, hari pertama Hae mengajar. Hae Matematika murid-murid kelas 1 SMP.

 "Annyeong haseyo~ Lee Donghae imnida. Aku guru baru di sini. Kalian bisa memanggilku Donghae. Gak usah pake songsaenim oke? Aku akan mengajar matematika di sini," Hae memperkenalkan diri kepada murid-murid tersebut.

...

Hening. Krik._. Ada yang memainkan pensil, menatap Hae dari ujung rambut ampe ujung kuku kaki, eh sepatu deng. Kukunya gak keliatan kan. Ada juga yang bengong sambil ngences, banjir iler pun terjadi(?) dan menggemparkan dunia *apadeh author gaje

"Karena aku belum mengenal kalian, jadi perkenalkan diri kalian dulu ya. Yang lain harap diam. Mulai dari yang diujung sana," tunjuk Hae sambil tersenyum manis.

...

"KYAAAAAAAAA!!!!"
Siswi-siswi pun berteriak karena terpesona dengan senyuman manis nan jitu milik Donghae *TELAT WOOOOOY!!* Hae kebingungan. Dia garuk garuk pantat eh rambutnya yang gak gatel. Sampe akhirnya...

"Husssss husss!! *dikira ngusir kucing yak-_-* ada apa ini? Ah, Lee Donghae-ssi?" seorang guru cewe masuk ke kelas.

"Ne," jawab Donghae.

"Lee Donghae-ssi, aku ingin meminta biodata mu. Aku sedang mendata guru-guru di sini,"

"Baiklah. Panggil saya, Donghae oppa ya. Kau lebih muda kan? Anak-anak! Baca pelajaran pertama dulu ya di buku cetak masing-masing!"

"BAIK DONGHAEEEEE!!"

Donghae pun keluar dengan guru tersebut.  Ia masih muda, gadis sepertinya.

"Baik. Donghae oppa, tanggal berapa kau lahir?"

"15 Oktober 1986"

Sesi tanya jawab(?) pun berlangsung sekitar 5 menit. Dan akhirnya... Donghae merasa dia mulai tertarik dengan perempuan tersebut.

"Boleh aku bertanya?" tanya Hae.

"Oh, tentu saja!"

"Siapa namamu?"

"Han Seo Ah, oppa. Waeyo?"

"Gapapa, hehehe. Sudah selesai kah?"

"Sudah oppa! Kau boleh balik ke kelas" Seo Ah berkata sambil tersenyum.

Omo! Omooooo!! Manis sekali senyumnyaaa! Aku deg-degan. Apa aku menyukainya? Masa sih? Cinta pada pandangan pertama?  Ah jangan terburu-buru, Lee Donghae! Nanti kejadian masa lalu terulang lagi, batin Hae.

~flashback~

"Kim Min Ah!" teriakku.

"Mwo??  Kau mau apa?? Apa penjelasanku belum cukup?? Selama ini aku tidak mencintaimu!!" teriak MinAh dengan raut kesal.

"Kenapa? Kau bohong padaku!"

"Ne! Maka dari itu, aku akan pergi meninggalkanmu daripada terus menyakitimu. Sebagai manusia, aku juga punya rasa tega. Sekali lagi, AKU TIDAK MENCINTAIMU! BAHKAN AKU MEMBENCIMU! AKU HANYA MEMPERMAINKANMU! HAHAHA!! ELOH GUEH END(?)!!" teriak MinAh sambil berlalu.

Aku menangis. Ternyata selama ini, yeoja yang kucintai itu tidak mencintaiku. Yeoja tersebut malah mencintai pria lain. Dia hanya mempermainkanku. Sungguh kejam yeoja itu. Apa salahku sampai ia mempermainkanku gitu? Aku sakit hati. Aku tidak akan kembali padanya bahkan jika dia ingin kembali padaku.

~flashback gaje end~

"Ah, ne, Seo Ah. Dadah" Donghae tersenyum sambil melambaikan tangannya dan balik ke kelas.

"CIEEEEE DONGHAE NGAPAIN TUH SAMA HAN SONGSAENIM?? CIEEEEE KIWWW!!!" salah satu anak bandel kurang ajar dekil ingusan(?) yang bernama Kyuhyun ngejek Donghae. *just for fun ya sparKYUUUU ^^v

"Tanya jawab doang sih yeee. Iri yaaa? Weeeekk!!!" Donghae balik ngeledek murid itu; pantat diewal-ewolin(?) ke Kyuhyun, terus nepok-nepok pantatnya sendiri, julurin lidah. Et dah, murid ama guru sama aje ye. Kyuhyun pun memilih untuk diam ._.

***

~Donghae POV~

"Seonnie!"

"Hmm?" Seonnie menengok padaku. Kebetulan, itu sudah sore. Hanya tinggal aku dan Seonni.

"Bapak eneng tukang gula yah?" tanyaku.

"Kok abang tau?"

"Iya soalnya eneng manis banget sih!"

"Eaa si abang. Bisa aja ah bang!" seru Seonni malu-malu.

Oh ya! Aku memang lagi PDKT sama Seonni. Jadi deket banget gitu deh.

"Seonni~"

"Ne?"

"Mau jalan-jalan ke kota gak neng bareng aku? Besok kan libur"

"Mau Oppa! Tapi Seonni bilang appa dulu ya! Anterin dong oppa" pinta Seonni.

"Ekhm.." kami berdua pun langsung salah tingkah ketika mengetahui masih ada seorang guru di tempat ini. Dia adalah Eunhyuk. Dia sahabatku di sini.

"Jadi... Kau berselingkuh dibelakangku ya?" tanya Hyukkie dengan mata berkaca-kaca.

"Ani... Bukan begitu, Hyukkie," bantahku.

"J.. Jadi.. Kalian berdua.. H-," begitu mendengar kekagetan Seonni, aku langsung memotong omongan Seonni sebelum dia salah paham.

"Ya~! Jangan salah paham Seonni. Aku hanya bercanda" ujarku sambil mengusap kepala Seonni.

"Pabo! Hyukkie! Karna kau, Seonni hampir saja salah paham terhadapku!" akupun menjitak Hyukkie. Yang dijitak hanya bisa meringis kesakitan.

"Ya~ kau juga salah dong. Siapa suruh kau menjawab pertanyaanku dengan raut serius seperti itu. Eh btw, kalian sedang PDKT ya?" Hyukkie membantah sekaligus meluncurkan pertanyaan yang sukses membuat muka kami -Aku dan Seonni- memerah.

"Ya~ kalian bener sedang PDKT? Kenapa wajah kalian berdua memerah? Hahahaha" Hyukkie tertawa terbahak bahak.

"Ya begitulah... Sudahlah. Aku pulang duluan ya Hyuk! Ayo pulang Seonni,"ajakku.

"Ne, oppa"

Ya udah deh. Sore itu juga, aku boncengin Seo Ah di motor vespa antikku. Hyukkie juga sudah pulang. Ketika sampai dirumah Seo Ah.

"Assalamu'alaikum. Appa! Seo Ah jalan-jalan ke kota yaak bareng Fishae oppa!" Seonni pun menarikku masuk ke dalem rumah. Sebenernya aku agak kaget. Fishae? Itu aku?

"Assalamu'alaikum..." gue kaget! Gue shock!! Shock seshock-shocknya. Appanya Seo Ah itu Leeteuk hyung?? Jadi Leeteuk hyung sebenernya udah punya anak?? Cemana ni!

"Walaikumsalam. Fishae itu siapa? Oh Donghae! Boleh-boleh. Tapi jaga anakku ya!" jawab Leeteuk hyung tersenyum ketika mengetahui Fishae itu adalah aku.

"Baik, hyung!"

"Hyung?" tanya Seonni heran.

"Leeteuk hyung yang menyuruhku memanggilnya hyung," jawabku. Seonni bingung.

"Oh ya hyung, aku boleh menginap di kota 3 hari bareng Seonni? 3 hari kan liburnya?" tanyaku.

"Boleh saja. Asal jangan ngapa-ngapain ya. Anakku ini masih perawan. Jangan ampe perawannya ilang gara-gara elu ye, gue gorok leher lu kalo perawannya ilang gara-gara elu,"

"N.. Ne, hyung!!" Leeteuk hyung serem banget!!

Seonni pun pamit untuk membereskan keperluan2nya dan memasukannya ke koper. Tiba-tiba, seorang wanita -sepertinya ibu-ibu- masuk ke dalam rumah.

"Yeobo!" teriak Leeteuk hyung. Aku yang duduk di sofa langsung menyadari bahwa itu adalah eommanya Seonni.

"Aigo~ Yeobo! Kau masih tetap tampan seperti terakhir aku melihatmu!" seru eommanya Seonni.

"Eh? Nuguya?" tanya ahjumma kepadaku.

"Lee Donghae imnida" aku membungkuk memberi salam.

"Ah ya, yeobo. Dia gebetan anak kita, Seo Ah! Dia ingin mengajak Seo Ah berlibur ke kota, 2 hari! Dia juga guru seperti Seo Ah," jelas Leeteuk.

"Oh! Lee Donghae~ Kim Young Woon imnida. Kau boleh memanggilku Kangin noona,"

Aigo~ ternyata suami istri sama saja ya!

"Seo Ah udah siap! Seo Ah berangkat yaa! Waah, eomma!" Seo Ah terlihat sumringah melihat eommanya yang baru datang dari luar negeri itu. Seonni pun langsung memeluk eommanya.

"Eomma, appa sudah jelaskan kan apa yang mau aku lakukan? Boleh kan eomma? Boleh yaa?" Seonni memasang puppy eyes-nya dan tersenyum manis. Aigo~ jantungku! Jangan loncat loncatan kemana mana! Tetap di tempat!

"Ne, ne. Tapi kau jaga diri yaa. Donghae, aku percaya padamu untuk menjaga anakku. Arraseo?," pesan Kangin ahjumma, eh, noona kepadaku.

"Ne, arra." jawabku sambil tersenyum.

"Hm. Baiklah. Eomma, Appa, aku berangkat dulu ya!" Seonni pun menyalami eomma appanya. Begitu juga denganku.

Seonni pun kerumahku dulu, tentu saja kuboncengi dengan vespa-ku! Aku mau membereskan keperluanku dulu.

"Sudah sampai! Aku beresin keperluan dulu ya! Seonni istirahat aja, anggap rumah sendiri" aku pun meninggalkan Seonni untuk membereskan keperluan-keperluan.

***

~Seo Ah POV~

Kupandangi sekelilingku. Ini kota? Aigo, bagus sekali! Beda jauh dengan desaku! Maklum, aku belum pernah ke kota. Gedung-gedung tinggi mengelilingiku. Tapi, kota ini juga asri. Banyak jalur hijau di sini.

"Nah, Seonni. Ini yang namanya kota. Kamu belom pernah ke sini kan?" tanya Donghae membuyarkan lamunanku.

"Ah, ne, Oppa! Seo Ah belum pernah ke kota," jawabku polos dan jujur.

"Yasudah. Kita pulang dulu ke rumahku," ajak Donghae oppa.

"Ne". Aku diantarkan pulang ke rumahnya naik vespa antik kesayangannya. Walaupun jadul, tapi masih bagus!

Beberapa lama kemudian...

"Seonni! Kita sudah sampai! Ayo masuk ke rumahku," ajak Donghae oppa. Aku masih terbengong-bengong melihat lingkungan rumah Hae oppa. Bagus sekali. Rumah tertata rapi. Selokan juga mengalir lancar seperti desaku. Lingkungan ini juga asri.

"Ayo, Seonni! Gwenchanayo?" Hae oppa lagi lagi membuyarkan lamunanku. Ketika aku sadar, ternyata Hae oppa sedang menggoyangkan tangannya di depan mukaku.

"Ah, gwenchana! Ayo masuk oppa, aku lelah" jawabku. Aku memang lelah.

"Ne, habis ini kau tidur saja dulu ya. Makan, lalu tidur,"

Donghae oppa pun memasakan makanan untukku. Ramen.

"Ini ramen untukmu dan aku!" Donghae oppa memberikanku semangkuk ramen yang terlihat... Lezat.

"Ne, gomawo oppa" aku makan dengan lahap sekali. Aku memang lapar hahaha.

"Kau sepertinya kelaparan sekali, Seonni"

"Ne, aku memang lapar. Dan lelah. Huaaa aku sudah kenyang, oppa! Hmm, mashita!" seruku sambil mengelus-ngelus perutku yang sudah buncit karena kekenyangan setelah ramenku habis.

"Ayo, sini aku antarkan kau ke kamar. Maaf ya, di sini cuma ada 1 kamar. Jadi kita tidur berdua. Aku tidur dibawah saja dengan karpetku. Kau tidur di atas saja ya, di tempat tidurku" Donghae oppa menarik tanganku lembut ke dalam kamarnya.

"Tidak apa-apa, oppa?"

"Tentu saja!" Hae oppa tersenyum. Manis sekali.

"Ayo, tidur ya. Aku mau melanjutkan makanku lagi," Donghae oppa menyelimutiku dan pergi ke ruang makan. Aku tersenyum. Sepertinya.. Aku mencintainya.. Apa dia mencintaiku juga? Sudahlah, aku mau tidur dulu. Aku lelah sekali...

***

~Author POV~

Hari ini, Donghae berniat untuk mengajak Seonni ke sebuah mall di kotanya.

"Nah, Seonni. Kau sudah siap?" tanya Donghae dari luar kamar. Donghae tidak berani masuk ke kamar karena Seonni sedang berganti baju.

"Sebentar lagi, oppa! Aku sedang menguncir rambutku. Masuk saja kalau kau mau," teriak Seonni dari dalam kamar. Donghae pun masuk ke dalam kamar yang rapi itu. Tak lama kemudian...

"Nah, sudah siap, oppa!" serunya sambil tersenyum.

Hah? Ini benar Seo Ah? Cantik sekali! Pakaiannya simpel tapi.. Cantik! Ditambah rambutnya yang panjang dikuncir tinggi dengan jepit rambut. Omo~, batin Donghae.

"Oppa?" wajah Seonni mendekati wajah Donghae.

"Ah? Eh.. Um, ne. Ayo kita berangkat!" Donghae pun berangkat memboncengi Seonni, tentu saja pakai helm yang SNK, Standar Nasional Korea(?) #abaikan

Setengah jam kemudian..

"Seonni mau kemana dulu? Makan? Toko buku? Beli baju? Atau apa?" tanya Donghae.

~Seo Ah POV~

"Seonni mau kemana dulu? Makan? Toko buku? Beli baju? Atau apa?" tanya Donghae oppa.

"Aaa... Terserah oppa," jawabku masih sambil bengong. Sungguh, tempat ini bagus sekali! Apa tadi namanya? Nol? Kol? Mol? Ah seperti itulah. Bagus sekali. Coba ada tempat seperti ini di desaku!

"Ya sudah. Kita makan dulu ya. Isi energi dulu, hehe,"

"Baiklah, oppa"

Kami pun pergi ke sebuah restoran... Apa itu namanya? "Steak"? Bacanya steyak ya? *eaa makannya steak ae yak, bingung restoran apaan klo disana-_-v*

"Seonni mau pesan apa?" tanya Donghae oppa.

"Wah, aku tidak tau. Samakan denganmu saja, oppa. Minumnya air putih saja" jawabku. Aku memang tidak tau. Bentuk steyak itu seperti apa ya? Setelah memesan menu, kami duduk di kursi. Lalu, pesanan kami pun datang.

"Seonni, hati-hati ya? Ini hot plate. Piringnya panas. Jangan sampai tanganmu terluka karena kena hot plate itu," kata Donghae oppa memperingatiku.

"Ne," aku mulai makan. Tunggu. Aku belum makan. Aku memerhatikan sekeliling. Orang-orang memakan steak ini memakai pisau dan garpu. Hey, mana sendoknya? Aku harus pakai garpu? Aku tidak mengerti!

"Oppa" bisikku.

"Apa?"

"Aku harus pakai garpu dan pisau ya? Tidak ada sendok?"

"Ne, Seonni" jawab Donghae tersenyum, menahan tawa tepatnya. Ah, gimana caranya? Pakai tangan sajalah! Akhirnya aku memakan pakai tangan sambil kepanasan. Donghae oppa tertawa melihat kelakuanku.

"Oppa, jangan tertawaaa," rengekku.

"Ne! Hahaha. Sini, aku potongin dulu, kamu tinggal tusuk aja nanti pake garpu, oke?" Donghae oppa pun memotong motongkan steyaknya. Aku tinggal menusuk dan memakannya.

"Gomawo, oppa"

"Cheonmaneyo~"

~Donghae POV~

Sekarang, kami berdua berada di toko buku. Seonni yang meminta. Aku turuti saja. Aku ingin membuatnya senang. Aku berada disampingnya sekarang. Aku takut dia nyasar. Mana dia gak punya hp. Susah deh kalo nyasar.

"Oppa, aku mau beli ini ya?" Seonni menunjukan sebuah novel yang diambilnya. 

"Terserah kau," jawabku tersenyum.

"Oke! Aku mau ini saja oppa," Seonni merogoh tasnya untuk mengambil uang. Tapi segera kutahan.

"Aku saja yang membayar,"

"Hah? Tidak usah Oppa! Pakai uangku saja," tolaknya.

"Oh ayolah~ mana novelnya? Aku mau lihat"

"Ini," aku mengambil novelnya dan membaca sinopsisnya.

"Hm~ Kajja!" aku menarik Seonni pelan menuju kasir.

"Aku yang bayar oke? Ssh~ kau tunggu saja ya,"

~Seo Ah POV~

"Aku yang bayar oke? Ssh~ kau tunggu saja ya,"

Huff! Baru saja aku mau ngomong, Hae oppa sudah menaruh telunjuknya di bibirku, tanda untuk diam.

"Seonni. Ini novelnya," kata Haeppa seraya memberiku sebuah kantong plastik berisi novelku.

"Ne. Kamsahamnida, oppa"

"Cheonmaneyo~ Hm, mau ke Sungai Han?"

***

"Oppa..."

"Ne?"

"Indah sekali ya,"

"Ne," ujar Haeppa lembut, kemudian mengelus kepalaku.

"Seonni, na halmari isseo,"

"Hm? Sekarang juga sedang berbicara denganku kan? Haha,"

"Haha. Benar juga. Oke. Ada yang ingin kukatakan,"

Deg! Jantungku berdegup kencang. Apa? Apa yang akan dikatakannya? Andwae! Aku tidak boleh kegeeran dulu ah!

"Saranghae..." ujar Haeppa sambil mengusap kedua pipiku dan menatapku seakan akan aku adalah satu-satunya yeoja yang tersisa di bumi ini dan tidak boleh satupun namja yg boleh mendekatiku kecuali Donghae*gajeah*.
Tunggu!! Mukaku... Mukaku mau ditaro dimana? Pasti merah sekali mukaku!!

"Ya~ mukamu memerah?" tanya Haeppa berusaha menahan tawanya.

"Ya~! Oppa!" aku menggembungkan pipiku.

"Hei. Imut sekali," Haeppa mencubit pipiku.

"Oppa~ kau sungguh mencintaiku?"

Haeppa melepaskan tangannya dari pipiku. Kemudian ia menatap langit sore yang indah ini.

"Ne. Be mine, " Haeppa pun menyanyikan lagu Be Mine dari Infinite. Eh kenapa jadi nyambung ke Infinite?

"Huh?"

"Seonni. Kau mau jadi yeoja chingu ku?" tanyanya sambil menatapku dalam.

"Molla,"

"Tak apa jika kau tak bisa menjawabnya sekarang. Kau boleh berpikir dulu," kata Haeppa sambil memain mainkan iPhone-nya.

"Oppa. Aku... Juga mencintaimu," ujarku tiba-tiba. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku segera menutup mulutku.

"Eh? Jinjjayo??" Haeppa mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku membuang muka. Malu.

"Yaa begitulah," jawabku seadanya. Sungguh aku malu sekali! ><

"Hahaha. Kenapa malu?" Haeppa merangkulku dan sukses membuat jantungku seakan akan mau melompat dari tempatnya.

"Jadi, mau tidak?"

"Mau apa?" aku berpura-pura tidak tau.

"Mau menikah denganmu. Hahaha. Mau menjadi yeoja chingu ku?"

"A... Ani," mata Haeppa terbelalak.

"Wae? Kau mencintaiku juga kan? Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Kenapa ditolak?"

"Aku tidak mau. Memang orang yang saling mencintai harus berpacaran? Mianhae. Aku tidak mau. Tapi aku tetap cinta padamu kok. Kita jadi sahabat aja ya oppa. Semua ada waktunya" jelasku sambil tersenyum.

"Yasudahlah. Tidak apa. Hei, besok kita akan pulang kan? Ayo pulang ke rumah. Bereskan barang-barang dan istirahat yang cukup untuk besok,"

"Ne, oppa" Haeppa menggandeng tanganku erat. Omona~

***

Pagi-pagi sekali, Haeppa membangunkanku.

"Seonni... Bangun! Sudah pagi. Ayo kita pulang supaya kita tidak kena macet,"

"Ne. Aku mandi dulu ya," aku segera mengambil handukku dan menuju kamar mandi.

***

"Selesaaaai! Oppa~ boleh kau menunggu di luar? Aku ingin ganti baju," kataku seraya melepaskan kuciran rambutku.

"Ne! Oh ya, waktunya 1 menit ya,"

"MWO?? Gak bisaaa!!"

"Yasudah, 2 menit! Kalo tidak..."

"Apa?"

"I'll kiss you,"

"YA~!!" teriakku sambil melempar baju kotorku ke Haeppa, tapi keburu ngehindar dan kabur-__-

Tunggu. Mana bisa 2 menit? Aku harus handukan dulu, memakai dalaman, memakai baju. Ditambah harus mengeringkan rambutku dulu. Aish~ Donghae Oppa!!

"Seonni~ 1 menit lagi~" teriak Haeppa dari luar.

"Biarin aja, tinggal ngeringin rambut," sama tinggal pake baju.

"Pokoknya 2 menit harus selesai semua!!"

"OPPA!!"

Aku pun terburu-buru. Masalahnya nanti kalo terlambat, aku dicium Haeppa. Bagaimana ini?? Siapapun tolong aku!

"30 detik lagi~" teriak Haeppa dari luar. Aku mengacak rambutku kesal. Kipas(?) ini bisa gak sih mengeringkan rambut lebih cepat??

"Habis!!" seru Haeppa sambil nyelonong masuk kamar dan dia melihatku sedang mengeringkan rambut.

"Ya~ Oppa, jangan cium aku," ujarku memelas sambil menutupi mulutku. Tapi Haeppa semakin dekat denganku. Aku mundur selangkah... 2 langkah.. 3 langkah.. Dan akhirnya langkahku terhenti karena ada tembok.

"Tembok babo!!" seruku sambil memukul-mukul temboknya.

"Hentikan, Seonni. Itu hanya akan menyakiti dirimu," kata Haeppa mendekatkan wajahnya ke wajahku.

"Oppa..." bisikku panik.

Oh, Tuhan~ Omo~ Aku kaget sekali. Ternyata dia hanya memelukku.__.

"Ya~ oppa~ kau membuatku takut!" omelku sambil memukulnya pelan.

"Hahaha. Mana mungkin aku benar-benar menyiumu!" tawa Haeppa. Menyebalkaaan.

"Kau kege-eran yaa?" goda Haeppa.

"Ani!" elakku. Iya sih, aku kege-eran haha -_-"

"Yaudah. Kau sudah siapkan? Gak ada yang ketinggalan, Seonni?"

"Sudah! Ayo kita berangkat!"

***

Sesampainya di desa...

"Wuaaaah aku kangen banget sama desaku! Walaupun baru 2 hari, tapi kangen banget!" Tiba-tiba eh tiba-tiba, Haeppa merangkulku erat, kemudian menarikku ke dalam pelukannya. Hangat~

"Seonni, kau sungguh tidak mau jadi yeoja chinguku?" tanya Haeppa dengan suara bergetar. Hei, dia menangis? Benarkah??

"Oppa? Kau menangis?"

"A.. Ani," jawab Haeppa dengan suara yg bergetar.

"Oppa, jangan berbohong. Sudahlah, kau jangan menangis, masa kalah sama aku!" bujukku sambil mengelus kepalanya sambil agak melepas pelukannya.

"Seonni~"

"Oppa~"

"Ohh~" desah kami berdua kemudian berpelukan.

~Donghae POV~

"Ohh~" kami berpelukan. Sangat nyaman rasanya berpelukan dengan Seonni seperti ini.

"Sudahlah, oppa. Jangan menangis lagi, oke?" bujuk Seonni sambil mengusap airmataku. Aku ini cengeng sekali! Srooooooot.

"Ne, Seonni." jawabku sambil tersenyum.

"Begitu dong! Hehe," Seonni langsung menggandeng tanganku menuju rumahnya. Tak lama kemudian...

Tok tok tok.

"Appa... Umma... Seo Ah pulaang," seru Seonni sambil membawaku masuk kedalam. Terus, oppa dan noona masuk ke ruang tamu. Seonni dan aku menyalami mereka. Kemudian kami duduk disofa nyaman ini.

"Hyung," panggilku ke leeteuk hyung. Aku ingin menyatakan sesuatu!

"Hm?"

"Aku.. Mungkin hyung, noona, dan Seonni akan menganggapku nekat. Tapi, aku ingin menjadikan Seonni sebagai istriku. Dengan kata lain, aku ingin melamarnya," ujarku terus terang sambil menunduk. Hening beberapa saat.

"Boleh saja. Bagaimana, yeobo?" tanya oppa ke noona.

"Boleh saja. Seo Ah, maukah kau?"

Seonni diam seribu bahasa *halah*. Aku tetap menunduk.

"Asalkan dia benar-benar mencintaiku, I do." Seketika wajahku terangkat dengan sendirinya dan bersinar terang layaknya sebuah kepala botak yg disinari cahaya. Silau bos!! #abaikan

"Benarkah??"

"Ne," jawab Seonni mantap. Ahjussi dan ahjumma pun membolehkan.

Singkat cerita~

Author POV~

Akhirnya, Donghae dan Seonni pun menikah. Mereka membeli sebuah rumah di kota. Bagaimana kehidupan mereka selanjutnya? Akankah bahagia? Akankah menyedihkan? Apakah akan terus berlanjut? Apakah akan bercerai? To be continued~.

-tbc-